16 April 2006

Ngga Ada Yang Salah dengan 'Duit'
Setiap kali orang ngomongin tentang 'duit' umumnya banyak orang mengatakan bahwa kita materialistis. Memang, dalam hidup duit bukanlah segala-galanya. Tetapi, dengan duit segala jadi bisa. Duit juga menjadi sumber bagi banyak permasalahan didunia, disamping jabatan tentunya. Banyak orang melakukan kriminal ya hanya gara-gara duit. Pelacur, pencuri, perampok, orang korupsi alasanya umumnya satu, yaitu duit. Trus apa yang salah dengan duit. Orang-orang yang baik dan berduit, bisa menjalankan ibadah dengan optimal dan tentunya dapat membantu sesama. La berarti duit juga dapat menjadi ladang amal dong. Jadi, apa salahnya kalau kita ngomongin tentang duit.

Duit hanyalah sekedar alat, karenanya jangan memujanya dan meletakkan diatas segalanya. Yang perlu dipikirkan bagaimana mempelajari perilaku duit. Lo nah!! Saya pernah membaca buku yang sebagian orang menganggap buku tersebut hanyalah 'sampah'. Buku karangan Robert T. Kiyosoki tersebut berjudul "Cashflow Quadrant". Pasti banyak diantara kita pernah membacanya, karena memang buku tersebut pernah 'booming' di Indonesia, bahkan pengarangnyapun pernah berkunjung ke jakarta. Dalam buku tersebut diceritakan bagaimana seseorang mengapatkan income (duit), dan membaginya dalam empat quadrant, yaitu Employ (pegawai), Self Employ (pemilik usaha), Francise (waralaba) dan Investor. Employ dan self employ disebut quadrant kiri, karena pada quadrant ini orang mendapatkan duit dengan membarter kerja, sedang francise dan investor adalah quadrant kanan karena seseorang mendapatkan duit dengan cara memiliki aset. Buku ini pulalah yang banyak mempengaruhi pikiran-pikiran saya. Sering saya berpikir, apanya yang salah dengan buku tersebut sehingga tidak sedikit orang yang menghujat bahkan menghakimi sebagai buku sampah.

Pencarian tentang bagaimana mendapatkan income telah saya lakukan dibanyak literatus. Meski masih dalam skala kecil saya juga sudah memulainya. Jika orang menginginkan duit tidak cukup kerja keras, tapi musti pintar. Menumpuk uang dan membiarkan uang bekerja untuk kita itulah prinsipnya. Menabung tidak salah, tapi dimakan inflasi. Terus gimana caranya? Ada beberapa tips yang mungkin berguna:
1. Tentukan target besarnya, sebenarnya apa yang kita inginkan. Orang mengatakan "impian". Dibanyak teori, impian dapat membangkitkan bagian dari otak besar kita yaitu RAS(reticular activating system), yang dapat menarik berbagai peluang yang dapat menghantarkan pada tujuan kita. Jadi, jangan pernah takut bermimpi besar. Orang-orang sukses didunia dimulai dari impiannya.
2. Hemat dan menabung. Ini yang paling sulit dilakukan. Di sekitar kita terlalu banyak godaan untuk memenuhi rasa "lapar mata" kita ketika melihat berbagai hal yang menarik seperti barang electronik, hp, pakaian, dan lain-lain. Kalau ingin hidup enak dimasa tua perlu dipikirkan langkah ini. Jangan meremehkan menabung, karena selain dapat mengumpulkan modal juga untuk melatih disiplin kita.
3. Ciptakan aset. Sederhananya mesin uang atau pohon uang. Aset adalah segala sesuatu yang mendatangkan uang ke kantong kita. Terkadang orang salah menerjemahkan aset. Sebuah rumah menjadi aset kalau kita kontrakan, tetapi jika kita pakai itu namanya liabilitas, karena kita masih membutuhkan uang untuk bayar pajak, ngecat, memperbaiki, dan lain-lain. Aset tidak harus membutuhkan modal. Menulis buku misalnya. Tapi cuman temen-temen yang aktif menulis masih menyangsikan kejujuran penerbit dengan jumlah penjualannya. Belum lagi royalty yang kecil nilainya. Ada lagi yang membangun aset tanpa modal, yaitu MLM (multi level marketing). Banyak orang lo meremehkan MLM, padahal tidak sedikit orang yang sukses di bidang ini. Selain itu di MLM tempat belajar bisnis secara gratis.
4. Mental "entrepreneurship". Banyak orang yang ketika berbisnis dan rugi satu kali sudah menganggap bahwa dia tidak berbakat. Padahal ketika kuliah selama 5 tahun dan menghabiskan banyak duit tidak mengeluh. Namanya bisnis juga melalui proses. Banyak orang-orang sukses yang bisnisnya dibangun dari minus karena seringnya gagal dan kemudian menjadi raja usaha dibidang tertentu. Mental itu dapat dibentuk. Kegagalan adalah proses belajar. Pada prinsipnya, uang hanya sebagai alat. Jangan pernah merasa takut untuk memulai. Berpikir analisis itu baik, tapi jauh lebih baik kalau kita melakukannya, dengan perhitungan tentunya.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home